DUKUNG TERUS KAMI UNTUK TETAP MENJADI MEDIA REFERENSI TERPERCAYA

Friday, 29 July 2016

Sedikit Gambaran tentang Kondisi Terkini Sastra Indonesia di Sumatra Barat

Oleh: Romi Zarman

Pengantar
Tulisan ini berisi sedikit gambaran tentang kondisi terkini sastra Indonesia di Sumatra Barat, berfokus pada soal-soal dinamika gagasan, baik antara sastrawan terlatih dan pengarang muda maupun di dalam ‘tubuh’ pengarang muda itu sendiri, serta tumbuh-kembangnya komunitas sastra. Dalam tulisan pengantar diskusi ini juga akan dikemukakan sedikit perihal peranan Balai Bahasa Padang dalam merangsang lahir dan tumbuhnya pengarang-pengarang baru di Sumatra Barat. 

Thursday, 28 July 2016

Sastra, dan Kabut Bukan Asap (Dialektika Tradisi dan Modernitas Sastra)

Oleh : Ary Sastra, S.S.

Bagi masyarakat sekarang, yang konon katanya sudah moderen, kata "tradisi" merupakan bagian dari masa lalu, sudah kuno dan harus ditinggalkan. Begitu pula halnya dengan produk-produk kesusastraan masa lalu, seperti hikayat, gurindam, syair, pantun, dan yang lainnya, dianggap sudah tidak sesuai lagi dengan perkembangan zaman, sehingga tidak perlu dibaca lagi. Masyarakat sekarang, yang konon sudah moderen itu, lebih menyukai membaca karya sastra Indonesia moderen, seperti puisi, cerpen, ataupun novel.   

Wednesday, 27 July 2016

Sebuah Jendela Kecil untuk Rumah Sastra Jambi

Oleh Iriani R. Tandy

Pernah membayangkan seperti apa sebuah rumah tanpa pintu, jendela, bahkan sebuah lobang angin? Mampukah sebuah kehidupan bertahan di dalamnya? Itulah potret buram sastra di Jambi dengan para penggiat sastra yang terus berjuang dan berjuang demi mempertahankan nafas kehidupan sastra. Padahal karya sastra yang cenderung berada di catatan pinggiran, sesungguhnya mampu tidak hanya sebagai media iseng untuk sekadar hiburan.

Tuesday, 26 July 2016

Pelestarian Bahasa dan Sastra Melayu Bangka Belitung Merupakan Tugas Bersama

Oleh: Zalfika Ammya, S.Ikom.
Abstrak

Negeri kami bukan dewata,
Pulau antara laut bahari.
Perkenankan kami berucap kata,
Bahasa dan sastra agar lestari.

Bahasa terikat konteks budaya. Tidak mengherankan bila terdapat kata-kata yang (kebetulan) sama atau hampir sama tetapi dimaknai secara berbeda, atau kata-kata yang berbeda namun memiliki makna yang sama, hal ini dikarenakan banyaknya budaya yang ada. Melemahnya fungsi suatu bahasa Sebagai alat transmisi budaya dari suatu generasi ke generasi berikutnya berarti melemah pula kekayaan budaya. Kelestarian bahasa, khususnya bahasa daerah, akan memperkuat ketahanan budaya daerah yang termasuk di dalamnya sastra lisan dan tradisi lisan.